Rob Hughes dalam ulasannya menyebutkan sosok Park Ji Sung menjadi elemen kunci di setiap langkah perjalanan MU meraih gelar Premiership tahun ini. Park jelas tidak seperti Ronaldo yang mahir mencetak gol, tidak trengginas seperti Rio Ferdinand dalam mengamankan pertahanan MU. Namun Park selalu ada di setiap centi lapangan hijau. Park yang tidak kenal lelah berada di mana-mana. Saat di serang, Park layaknya pemadam kebakaran hadir memback-up pertahanan baik di kiri maupun kanan. Sebaliknya saat menyerang, Park menusuk ruang-ruang kosong pertahanan musuh. Teknik Park tidak terlalu bagus dibanding pemain lain, shootingnya sangat buruk namun Park punya speed dan endurance yang membuat lawan tunggang langgang.
Pada situasi apapun Park selalu menunjukan sikap Pantang Menyerah. Selalu berlari dan berlari ! Inilah yang sebenarnya merusak permainan dan stamina lawan. Dalam skema permainan MU dibutuhkan keseimbangan bertahan menyerang. Ada dua nama yang memegang peran ini, Carrick dan Park. Alex Ferguson tahu persis filosofi Taeguk Warrior bangsa Korea. Sosok Park mengusung kultur Korea yang mengutamakan kekuatan keharmonisan dan keseimbangan.
Esok, akan menjadi sejarah tersendiri bagi Park Ji Sung. Tepatnya tanggal 21 Mei 2008, saat MU berhadapan dengan Chelsea di Final Liga Champions 2008. 100 tahun di hari kebangkitan bangsa Indonesia, saya sangat berharap Park mampu mencetak gol dan mempersembahkan kemenangan di partai final yang disebut-sebut sebagai pertandingan termahal. Jika ini terwujud akan menjadi momentum yang bergelombang di benua Asia. Blog ini mendukung penuh Park Ji Sung mencetak gol dan menaklukan Moscow sebagaimana bangsa Jepang menaklukan Rusia seabad silam.
Pada situasi apapun Park selalu menunjukan sikap Pantang Menyerah. Selalu berlari dan berlari ! Inilah yang sebenarnya merusak permainan dan stamina lawan. Dalam skema permainan MU dibutuhkan keseimbangan bertahan menyerang. Ada dua nama yang memegang peran ini, Carrick dan Park. Alex Ferguson tahu persis filosofi Taeguk Warrior bangsa Korea. Sosok Park mengusung kultur Korea yang mengutamakan kekuatan keharmonisan dan keseimbangan.
Esok, akan menjadi sejarah tersendiri bagi Park Ji Sung. Tepatnya tanggal 21 Mei 2008, saat MU berhadapan dengan Chelsea di Final Liga Champions 2008. 100 tahun di hari kebangkitan bangsa Indonesia, saya sangat berharap Park mampu mencetak gol dan mempersembahkan kemenangan di partai final yang disebut-sebut sebagai pertandingan termahal. Jika ini terwujud akan menjadi momentum yang bergelombang di benua Asia. Blog ini mendukung penuh Park Ji Sung mencetak gol dan menaklukan Moscow sebagaimana bangsa Jepang menaklukan Rusia seabad silam.








[get this widget]
Read more!












